Apa saja jenis-jenis tas berdiri (stand up bags)?

Saat ini, kemasan kantong berdiri (stand-up pouch) telah banyak digunakan dalam pakaian, minuman jus, minuman olahraga, air minum kemasan, jeli penyerap, bumbu, dan produk lainnya. Penerapan produk-produk tersebut juga secara bertahap meningkat. Kantong berdiri mengacu pada kantong kemasan fleksibel dengan struktur penyangga horizontal di bagian bawah, yang tidak bergantung pada penyangga apa pun dan dapat berdiri sendiri terlepas dari apakah kantong tersebut dibuka atau tidak. Kantong berdiri merupakan bentuk kemasan yang relatif baru, yang memiliki keunggulan dalam meningkatkan kualitas produk, memperkuat efek visual di rak, portabilitas, kemudahan penggunaan, pengawetan, dan kemampuan penyegelan. Kantong berdiri terbuat dari laminasi struktur PET/foil/PET/PE, dan juga dapat memiliki 2 lapis, 3 lapis, dan bahan lain dengan spesifikasi berbeda. Hal ini tergantung pada produk yang dikemas. Lapisan pelindung penghalang oksigen dapat ditambahkan sesuai kebutuhan untuk mengurangi permeabilitas oksigen, sehingga memperpanjang umur simpan produk. Jadi, apa saja jenis kantong berdiri?

1. Tas berdiri biasa:

tas5

Bentuk umum kantong berdiri (stand-up pouch) mengadopsi bentuk empat sisi penyegelan, yang tidak dapat ditutup dan dibuka berulang kali. Kantong berdiri jenis ini umumnya digunakan dalam industri perlengkapan industri.
2. Kantong berdiri dengan nosel hisap:

tas1

Kemasan kantong berdiri dengan nosel hisap lebih praktis untuk menuang atau menyerap isinya, dan dapat ditutup dan dibuka kembali secara bersamaan, yang dapat dianggap sebagai kombinasi antara kantong berdiri dan mulut botol biasa. Jenis kantong berdiri ini umumnya digunakan dalam pengemasan kebutuhan sehari-hari, untuk minuman, sabun mandi, sampo, saus tomat, minyak goreng, jeli, dan produk cair, koloid, semi-padat lainnya, dll.

3. Kantong berdiri dengan resleting:

tas2

Kantong berperekat dengan ritsleting juga dapat ditutup dan dibuka kembali. Karena bentuk ritsleting tidak tertutup dan kekuatan penyegelannya terbatas, bentuk ini tidak cocok untuk mengemas cairan dan zat yang mudah menguap. Menurut metode penyegelan tepi yang berbeda, kantong berperekat dibagi menjadi penyegelan empat sisi dan penyegelan tiga sisi. Penyegelan empat sisi berarti kemasan produk memiliki lapisan penyegelan tepi biasa selain segel ritsleting saat keluar dari pabrik. Ritsleting kemudian digunakan untuk mencapai penyegelan dan pembukaan berulang, yang mengatasi kekurangan kekuatan penyegelan tepi ritsleting yang kecil dan tidak kondusif untuk transportasi. Penyegelan tiga sisi langsung disegel dengan tepi ritsleting, yang umumnya digunakan untuk menyimpan produk ringan. Kantong berperekat dengan ritsleting umumnya digunakan untuk mengemas beberapa padatan ringan, seperti permen, biskuit, jeli, dll., tetapi kantong berperekat empat sisi juga dapat digunakan untuk mengemas produk yang lebih berat seperti beras dan pasir kucing.

4. Tas berdiri berbentuk mulut imitasi

tas3

Kantong berdiri berbentuk mulut imitasi menggabungkan kenyamanan kantong berdiri dengan nozzle hisap dan harga murah kantong berdiri biasa. Artinya, fungsi nozzle hisap diwujudkan oleh bentuk badan kantong itu sendiri. Namun, kantong berdiri berbentuk mulut ini tidak dapat ditutup kembali. Oleh karena itu, umumnya digunakan dalam pengemasan produk cair, koloid, dan semi-padat sekali pakai seperti minuman dan jeli.

5. Tas tinju berdiri berbentuk khusus:

tas4

Artinya, sesuai dengan kebutuhan pengemasan, tas berdiri baru dengan berbagai bentuk diproduksi dengan mengubah jenis tas tradisional, seperti desain pinggang, desain deformasi bagian bawah, desain pegangan, dan lain-lain. Seiring dengan kemajuan masyarakat, peningkatan tingkat estetika masyarakat, dan intensifikasi persaingan di berbagai industri, desain dan pencetakan tas berdiri menjadi semakin beragam. Terdapat semakin banyak bentuk ekspresi, dan perkembangan tas berdiri berbentuk khusus cenderung secara bertahap menggantikan status tas berdiri tradisional.


Waktu posting: 28 Oktober 2022